Ulasan Singkat & Sinopsis Lengkap dari Daftar Bacaan Favorit Presiden ke-44 Amerika Serikat
Tanggal: 20 Desember 2025
Sumber: Medium - Barack Obama & Obama.org
Setiap tahun, mantan Presiden Barack Obama membagikan daftar bacaan favorit nya—sebuah tradisi yang telah menjadi panduan literasi bagi jutaan pembaca di seluruh dunia. Tahun 2025, Obama kembali merekomendasikan buku-buku yang benar-benar ia baca (bukan daftar yang disusun oleh staf), mencakup fiksi, non-fiksi, biografi, dan karya-karya yang merefleksikan isu-isu kontemporer Amerika dan dunia.
Berikut adalah ulasan singkat dan sinopsis lengkap dari setiap buku dalam daftar favorit Obama 2025:
📚 DAFTAR BUKU FAVORIT BARACK OBAMA 2025
1. PAPER GIRL: A MEMOIR OF HOME AND FAMILY IN A FRACTURED AMERICA
Penulis: Beth Macy
Genre: Memoir, Jurnalisme Investigasi, Non-Fiksi
Penerbit: Little, Brown and Company, 2025
Sinopsis:
Beth Macy, penulis bestseller Dopesick, kembali dengan memoir yang menghancurkan dan penuh empati tentang kampung halamannya, Urbana, Ohio—sebuah kota kecil yang dulunya makmur kini tenggelam dalam kemiskinan, kecanduan opioid, dan polarisasi politik yang ekstrem.
Ketika kesehatan ibunya memburuk pada 2020, Macy sering pulang ke Urbana dan merasakan bahwa kotanya telah "mengeras" dengan cara yang sulit ia proses. Kota yang dulunya memiliki kelas menengah yang berkembang kini dipenuhi dengan ketidakpercayaan, konspirasi QAnon, dan perpecahan politik yang memecah belah persahabatan lama dan keluarga.
Macy menceritakan masa kecilnya sebagai "paper girl"—anak perempuan yang mengantar koran lokal, yang dulunya berfungsi sebagai "perekat sosial" yang mencerminkan komunitas kepada dirinya sendiri. Kini, koran itu tidak ada lagi, dan komunitas pun hancur.
Di jantung cerita adalah Silas James, seorang pemuda trans yang baru lulus SMA, mencoba mendapatkan sertifikasi welding sambil menjadi "orang tua" bagi adik-adiknya yang ada di foster care setelah ibunya kecanduan narkoba dan sering dipenjara. Silas adalah "versi kontemporer" dari Macy sendiri—anak muda yang bekerja keras untuk keluar dari kemiskinan, tetapi sistem terus mengkhianatinya.
Tema Utama:
- Polarisasi Politik Amerika: Bagaimana perpecahan Trump mengubah teman dan keluarga menjadi musuh
- Krisis Opioid: Dampak sistemik dari kecanduan terhadap komunitas kecil
- Kemiskinan Struktural: Mengapa bekerja keras tidak lagi menjamin kehidupan yang layak
- Penurunan Kota Rust Belt: Dari pabrik yang ramai menjadi lanskap despair
Kutipan Obama:
"A gripping return to her Ohio hometown that captures the erosion of trust and community in small-town America."
2. FLASHLIGHT
Penulis: Susan Choi
Genre: Fiksi Literatur
Penerbit: Ecco, 2025
Sinopsis:
Novel Susan Choi yang penuh misteri ini mengikuti dampak dari satu malam tragis yang mengubah hidup keluarga Kang selamanya.
Serk, seorang profesor Korea-Amerika yang lahir di Jepang, kehilangan kontak dengan keluarganya ketika mereka pindah ke Korea Utara dengan janji surga sosialis. Anne, istrinya yang orang Amerika, terasing dari keluarga Midwestern-nya setelah petualangan masa muda yang ceroboh. Dan ada Tobias, anak luar nikah Anne, yang kemunculannya kembali membawa konsekuensi luar biasa.
Pada 1978, saat keluarga tinggal di Jepang untuk kerja Serk, ia dan putri mereka Louisa (10 tahun) berjalan di pantai dengan senter (flashlight). Serk menghilang tanpa jejak. Louisa ditemukan hampir tenggelam, wajahnya biru-abu, mulutnya penuh pasir. Tubuh Serk tidak pernah ditemukan.
Novel ini menelusuri aftermath dari hilangnya Serk: hubungan yang tegang antara Anne dan Louisa, rahasia keluarga yang terkubur, dan pertanyaan yang tak terjawab: Apakah Serk benar-benar mati, atau dia sengaja menghilang?
Choi menenun kalimat panjang dan sinuos, mengungkap layer demi layer tentang identitas, trauma, dan bagaimana kita hidup dengan kehilangan yang tidak pernah terpecahkan.
Tema Utama:
- Kehilangan dan Misteri: Hidup dengan ketidakpastian
- Diaspora Korea: Identitas di antara Jepang, Korea, dan Amerika
- Hubungan Ibu-Anak yang Toksik: Trauma yang diwariskan
- Rahasia Keluarga: Apa yang kita sembunyikan dari orang yang kita cintai
Kutipan Obama:
"A haunting mystery about family secrets and the long shadow of disappearance."
3. WE THE PEOPLE: A HISTORY OF THE U.S. CONSTITUTION
Penulis: Jill Lepore
Genre: Sejarah, Politik, Non-Fiksi
Penerbit: Liveright, 2025
Sinopsis:
Sejarawan Harvard Jill Lepore menghadirkan sejarah Konstitusi AS yang bukan sekadar dokumen beku, tetapi dokumen hidup yang terus berevolusi.
Lepore menelusuri dari Konvensi Philadelphia 1787—di mana para founding fathers (laki-laki kulit putih kaya) berdebat tanpa henti tentang Utara vs Selatan—hingga hari ini, menunjukkan bahwa Konstitusi dirancang untuk berubah melalui amandemen (Article V).
Buku ini menampilkan cast karakter yang eklektik: Jefferson Davis yang menghindari pengadilan pengkhianatan, Susan B. Anthony dan suffragettes yang berjuang puluhan tahun untuk hak pilih perempuan, Birch Bayh yang memperjuangkan perluasan hak-hak minoritas, dan Phyllis Schlafly yang memimpin perlawanan terhadap Equal Rights Amendment.
Lepore mengkritik originalism (paham bahwa Konstitusi harus ditafsirkan sesuai niat asli framers), dengan argumen bahwa niat para framers tidak dapat menjelaskan di mana kita sekarang. "God", "slavery", dan "woman" bahkan tidak disebutkan dalam dokumen asli.
Tema Utama:
- Konstitusi sebagai Dokumen Hidup: Perubahan melalui amandemen dan interpretasi
- Sejarah Perjuangan Hak: Dari abolisi hingga hak perempuan hingga hak LGBTQ+
- Kegagalan Amandemen: Mengapa begitu sulit mengubah Konstitusi
- Krisis Demokrasi: Peringatan tentang sistem yang rapuh
Kutipan Obama:
"A brilliant exploration of how the Constitution has evolved—and the challenges it faces today."
4. THE WILDERNESS
Penulis: Angela Flournoy
Genre: Fiksi Literatur
Penerbit: Houghton Mifflin Harcourt, 2025
Sinopsis:
Novel yang sangat dinanti dari penulis yang dinominasikan National Book Award ini mengikuti lima perempuan kulit hitam selama dua puluh tahun persahabatan mereka—dari awal 20-an yang penuh harapan hingga usia 40-an yang penuh kompleksitas.
Desiree dan Danielle adalah saudara perempuan yang terasing setelah kematian tragis ibu mereka. January memiliki hubungan dengan pria "baik" yang membuatnya ambivalen, bahkan setelah kehamilan yang tidak direncanakan. Monique, seorang pustakawan dan calon blogger, mendapat ketenaran online setelah memanggil universitas tempatnya bekerja karena rencana untuk "memutihkan" sejarah yang penuh masalah. Nakia mencoba membuka restoran tanpa bergantung pada keluarga kelas menengah atasnya.
Novel ini membentang dari 2008 (ketika mereka berusia awal 20-an) hingga akhir 2020-an, mengikuti mereka melalui pergolakan politik, ketidakstabilan ekonomi dan lingkungan, dan volatilitas kehidupan Amerika modern.
Flournoy menangkap dengan bahasa yang disarming dan elektrik bagaimana koneksi paling mendalam sepanjang hidup dapat terletak di dalam persahabatan yang kusut dan tidak pasti.
Tema Utama:
- Persahabatan Perempuan Hitam: Ikatan yang lebih kuat dari darah
- Navigasi Dewasa Awal: Karier, pernikahan, keibuan
- Gentrification: Komunitas yang terhapus
- Amerika 2008-2028: Krisis ekonomi, Trump, pandemi, dan ketidakstabilan
Kutipan Obama:
"A sweeping, era-defining novel about five Black women navigating friendship and ambition over two transformative decades."
5. THERE IS NO PLACE FOR US: WORKING AND HOMELESS IN AMERICA
Penulis: Brian Goldstone
Genre: Jurnalisme Investigasi, Non-Fiksi
Penerbit: Riverhead Books, 2025
Sinopsis:
Antropolog dan jurnalis Brian Goldstone menyelami kehidupan lima keluarga Atlanta yang berjuang untuk tetap memiliki tempat tinggal meskipun mereka bekerja—sebuah krisis tunawisma "tersembunyi" yang tidak tercatat dalam statistik resmi.
Celeste tinggal di hotel bobrok setelah rumahnya terbakar dan pemilik tanah "mengusirnya" tanpa sepengetahuannya, membuatnya hampir mustahil untuk disetujui tinggal di tempat lain. Kemudian dia didiagnosis dengan kanker ovarium dan payudara, sambil tinggal bersama dua anak laki-lakinya di "Hell House"—bangunan yang penuh dengan tikus, kotor, berbau apek, dengan "belatung di piring yang tidak dicuci."
Michelle, ibu dari tiga anak, kehilangan rumahnya ketika pacarnya (ayah dari anak bungsunya) kehilangan pekerjaan. Dia kambuh ke alkoholisme, berhenti dari pekerjaannya di Salvation Army, dan berakhir di tangan pacar yang kasar. Anak tertuanya, DJ, terpaksa menjadi "orang tua" bagi adik-adiknya.
Goldstone mengungkap sistem yang kejam dan disfungsional: pemilik tanah yang buruk, hotel extended-stay yang eksploitatif, layanan sosial yang mustahil diakses, dan voucher perumahan yang hanya 1,674 diterbitkan di seluruh negara bagian Georgia tahun itu.
Tema Utama:
- Tunawisma "Tersembunyi": Keluarga yang bekerja tetapi tidak punya rumah stabil
- Sistem Perumahan yang Rusak: Landlord predator, gentrification, real estate greed
- Kemiskinan di Amerika: Bekerja keras tidak menjamin tempat tinggal yang aman
- Siklus yang Tak Terpecahkan: Bagaimana sistem menjebak orang dalam kemiskinan
Kutipan Obama:
"A powerful and heartbreaking look at the hidden homeless—families working hard but still struggling to find shelter."
6. NORTH SUN: OR, THE VOYAGE OF THE WHALESHIP ESTHER
Penulis: Ethan Rutherford
Genre: Fiksi Historis
Penerbit: Astra House, 2025
Sinopsis:
Novel debut Rutherford adalah alegori brutal tentang ekstraksi dan eksploitasi—diceritakan melalui pelayaran kapal pemburu paus Esther pada 1878, saat industri pemburu paus Amerika sudah lewat masa jayanya.
Kapten Arnold Lovejoy, yang baru saja kembali dari pelayaran yang traumatis, direkrut untuk memimpin ekspedisi berbahaya dengan dua misi: mengambil menantu yang hilang dari kepala kerajaan perburuan paus, yang menolak kembali setelah kehilangan kapalnya di es Arktik; dan mengisi kapal dengan sebanyak mungkin hasil paus, meskipun ada rumor bahwa paus sudah punah.
Perjalanan ini panjang dan berbahaya—mengelilingi benua Amerika Selatan dan utara lagi melalui Pasifik sampai ke Laut Bering. Kapal Esther dirancang khusus untuk bahaya semacam ini, dan kepercayaan diri awalnya tinggi. Jika berhasil kembali, Lovejoy dijanjikan kehidupan kaya dan mewah.
Rutherford menulis dengan prosa yang sparse dan liris, dalam bentuk short passages yang mengingatkan pada log kapten lama. Novel ini kadang-kadang mengerikan, puitis, dan menyayat hati—meditasi tentang monster di dalam dan monster di luar, baik nyata maupun imajiner.
Tema Utama:
- Eksploitasi Alam: Perburuan paus yang boros dan kejam
- Keserakahan dan Ambisi: Mengejar kekayaan dengan biaya apapun
- Isolasi dan Kegilaan: Hidup terapung tanpa jangkar ke dunia manusia
- Kolonialisme dan Penaklukan: Warisan brutal terhadap tanah dan orang-orang Pribumi
Kutipan Obama:
"A feverish historical novel about the hubris of extraction and the brutal cost of ambition."
7. 1929: INSIDE THE GREATEST CRASH IN HISTORY
Penulis: Andrew Ross Sorkin
Genre: Sejarah, Ekonomi, Non-Fiksi
Penerbit: Penguin Press, 2025
Sinopsis:
Penulis New York Times bestseller dan co-anchor CNBC Andrew Ross Sorkin menghabiskan delapan tahun penelitian untuk menghasilkan narasi yang menawan tentang crash pasar saham 1929 yang memicu Great Depression.
Dengan akses ke catatan historis dan dokumen yang baru ditemukan, Sorkin membawa pembaca ke dalam kekacaoan crash, di balik layar pertempuran antara Wall Street dan Washington, dan karakter-karakter besar yang ambisi dan naivitas mereka di tengah boom tanpa akhir menyebabkan bencana.
Karakter utama termasuk:
- Charles Mitchell, presiden First National City Bank, yang manuvernya membuatnya bermasalah hukum dan disalahkan atas crash
- Herbert Hoover, presiden yang mendefinisikan "panic" pasca-crash sebagai "depression", secara tidak sengaja merusak warisannya
- Winston Churchill, yang belum menjadi PM Inggris, menavigasi pasar Manhattan sambil berutang kepada penjahitnya, hanya untuk ditabrak kendaraan
Sorkin berpendapat bahwa crash 1929 bukan hanya tentang uang—tetapi tentang kecenderungan manusia untuk melupakan pelajaran keras begitu rasa sakit memudar.
Tema Utama:
- Keserakahan dan Spekulasi: Bagaimana ambisi mendorong pasar ke tebing
- Sistem Perbankan yang Lemah: Kurangnya pengawasan pemerintah
- Kepemimpinan yang Gagal: Hoover yang tidak bertindak tegas
- Siklus yang Berulang: "This time is different"—sampai tidak
Kutipan Obama:
"A comprehensive biography of one of the most important financial disasters in American history—with lessons that remain urgent today."
8. THE LONELINESS OF SONIA AND SUNNY
Penulis: Kiran Desai
Genre: Fiksi Literatur
Penerbit: Knopf, 2025
Sinopsis:
Novel yang dinominasikan Booker Prize 2025 ini mengikuti dua imigran India muda di Amerika yang pertemuan kebetulan mereka di kereta api India mengarah pada romansa yang rumit.
Sonia adalah calon novelis yang baru menyelesaikan kuliah di Vermont. Dia pindah ke New York untuk lebih dekat dengan pacarnya, seorang seniman yang jauh lebih tua. Hubungan itu segera menjadi disfungsional dan Sonia meninggalkannya, kembali ke keluarganya di India.
Sunny adalah jurnalis muda dari New York yang bekerja sebagai copy editor untuk Associated Press. Dia memiliki pacar Amerika. Dia pindah ke AS untuk melarikan diri dari ibunya yang dominan. Keduanya saling mengenal, karena kakek-nenek mereka pernah mencoba mengatur pernikahan di antara mereka beberapa tahun sebelumnya, percaya keduanya lajang.
Ketika Sunny kembali ke India untuk mengunjungi kakek-neneknya, dia dan Sonia bertemu di kereta semalam dan hubungan yang berkembang terbentuk di antara mereka, yang segera berkembang menjadi romansa.
Desai menulis tentang berbagai bentuk kesepian—dari kesepian hidup di bawah kediktatoran hingga kesepian diaspora, dari isolasi yang melemahkan hingga kesendirian yang menjadi sumber kekuatan.
Tema Utama:
- Kesepian dalam Berbagai Bentuk: Isolasi, diaspora, transformasi
- Identitas Diaspora: Antara India dan Amerika
- Hubungan yang Toksik: Kekuasaan dan manipulasi
- Migrasi dan Memori: Perjuangan untuk mengenali kemanusiaan bersama
Kutipan Obama:
"A beautiful fable about migration, memory, and the struggle to recognize our common humanity."
9. DEAD AND ALIVE: ESSAYS
Penulis: Zadie Smith
Genre: Esai, Kritik Sastra, Non-Fiksi
Penerbit: Penguin Press, 2025
Sinopsis:
Koleksi esai terbaru dari novelis dan kritikus pemenang penghargaan Zadie Smith adalah karya yang cerdas dan serius, diinformasikan oleh pergeseran tajam dalam politik dan kecemasan mendalam tentang bagaimana kita melihat dan berbicara tentang seni.
Smith menulis tentang seniman Toyin Ojih Odutola, Kara Walker, dan Celia Paul. Dia mengajak kita ke bioskop untuk melihat dan memikirkan Tár, dan ke Glastonbury untuk menyaksikan kenaikan Stormzy. Dia membawa kita berjalan di Kilburn High Road di London Barat Laut tercintanya dan mengundang kita berduka bersamanya atas kepergian penulis Joan Didion, Martin Amis, Hilary Mantel, Philip Roth, dan Toni Morrison.
Smith mempertimbangkan perubahan pemerintah di kedua sisi Atlantik—dan makna "the commons" dalam kehidupan kita semua. Dia juga merenungkan bagaimana teknologi dan media sosial telah mengubah demokrasi dan membentuk kembali kehidupan kita.
Tema Utama:
- Seni di Era Kemajuan Tanpa Henti: Bagaimana kita melihat seni hari ini
- Teknologi dan Demokrasi: Media sosial dan ekonomi perhatian
- Kematian dan Kehidupan: Obituari literatur untuk penulis besar
- Identitas dan Ras: Perspektif kiri-sosialis-multikultural
Kutipan Obama:
"Smith's incisive essays on art, politics, and technology—offering sharp observations on our complex world."
10. WHAT WE CAN KNOW
Penulis: Ian McEwan
Genre: Fiksi Literatur, Fiksi Spekulatif
Penerbit: Knopf, 2025
Sinopsis:
Novel ke-18 dari Ian McEwan adalah quest, thriller literatur, dan kisah cinta—ditetapkan hampir satu abad di masa depan, di 2119, di Inggris yang sebagian tenggelam oleh kenaikan permukaan laut.
Thomas Metcalfe, seorang akademisi di Universitas fiktif South Downs, menyelidiki puisi yang hilang—sebuah "corona" (urutan 15 soneta) yang dibacakan dengan keras di pesta makan malam tahun 2014 tetapi tidak pernah ditulis. Thomas terobsesi menemukan satu-satunya salinan puisi itu, percaya itu masih ada.
Obsesinya mengasingkannya dari pasangan romantisnya, Rose Church, dan mendorongnya lebih dalam ke masa lalu—ke dalam kehidupan Vivien, istri dari penyair Francis Blundy. Ketika Thomas dan Rose menemukan manuskrip memoir, mereka mempelajari kebenaran yang mengganggu di balik asal-usul puisi itu.
McEwan mengeksplorasi tema termasuk:
- "The Derangement": Pilihan sadar untuk mengabaikan tanda-tanda jelas bahwa sesuatu harus dilakukan untuk memastikan kelangsungan dunia
- Hubungan antara Francis Bundy dan istrinya, Vivien: Kekuasaan, pengkhianatan, pembunuhan
- Bagaimana kita hidup dengan harapan di saat krisis
Tema Utama:
- Perubahan Iklim dan Bencana: Masa depan yang suram tetapi tidak sepenuhnya hilang
- Obsesi Literatur: Pencarian puisi yang hilang
- Kejahatan dan Rahasia: Kebenaran yang terkubur di masa lalu
- Nilai Kegagalan: Dispelling mitos seniman besar
Kutipan Obama:
"A masterpiece that reclaims the present from our sense of looming catastrophe and imagines a future where all is not quite lost."
11. MARK TWAIN
Penulis: Ron Chernow
Genre: Biografi
Penerbit: Penguin Press, 2025
Sinopsis:
Biografi yang sangat dinanti dari Ron Chernow (penulis biografi Alexander Hamilton, George Washington, dan Ulysses S. Grant) tentang salah satu penulis dan komentator sosial paling penting dalam sejarah Amerika.
Chernow menghabiskan tujuh tahun lebih melakukan penelitian mendalam, melacak kecenderungan, observasi, profesi karier, dan hubungan pribadi Twain dengan detail yang jauh lebih signifikan daripada yang pernah dicoba sebelumnya.
Lebih dari setengah teks buku ini dikhususkan untuk menceritakan:
- Kurangnya penilaian bisnis Twain yang abadi (termasuk investasi Paige typesetter yang bencana)
- Kontradiksi dalam sikapnya terhadap ras dan agama
- Masalah kesehatan kronis keluarganya
- Ketertarikannya yang aneh (tetapi tampaknya murni) dengan gadis-gadis muda
- Kebutuhan patologis untuk menyimpan dan menebus dendam
Chernow tidak mencoba menyaring perilaku Twain menjadi tesis sederhana dan, sebaliknya, merangkul kompleksitasnya.
Tema Utama:
- Diri Ganda: Clemens vs. Twain: Persona yang memberdayakan dan memenjarakan
- Biaya Tawa: Di balik setiap lelucon sering ada kesedihan
- Twain dan Ras: Pergeseran moral dari menyaksikan perbudakan hingga mengkritiknya
- Imperialisme dan Keberanian Moral: Sikap publik terhadap ekspansionisme AS
Kutipan Obama:
"A comprehensive biography of one of the most important writers and social commentators in American history."
12. THE LOOK (Bonus - "And obviously I'm biased")
Penulis: Michelle Obama
Genre: Memoir, Fashion, Non-Fiksi
Penerbit: Crown Publishing, 2025
Sinopsis:
Dalam buku yang diilustrasikan dengan indah dengan lebih dari 200 foto, termasuk gambar yang belum pernah dilihat sebelumnya, Michelle Obama membawa pembaca dalam perjalanan melalui evolusi gayanya, dalam kata-katanya sendiri untuk pertama kalinya.
Dari gaun sheath berwarna-warni, cardigan, dan bros yang dia kenakan selama masa First Lady hingga jas yang berani, denim, dan kepangan dari kehidupan pasca-Gedung Putih, Obama menceritakan bagaimana pendekatannya terhadap berpakaian telah berkembang sepanjang hidupnya.
Menampilkan suara Meredith Koop (stylist tepercaya Obama), serta makeup artist Carl Ray, hairstylist Yene Damtew, Johnny Wright, dan Njeri Radway, dan banyak desainer yang telah mendandani Obama untuk acara-acara penting, The Look membawa pembaca di belakang layar tidak hanya untuk mengungkapkan bagaimana penampilan paling berkesan nya muncul tetapi juga untuk menceritakan kisah kuat tentang bagaimana kita mempresentasikan diri kita.
Obama menulis:
"Saya bersyukur bahwa saya telah mencapai tahap dalam hidup saya di mana saya merasa diberdayakan dan bebas untuk melakukan apa yang saya inginkan dan memakai apa yang saya inginkan... Sudah waktunya bagi saya untuk merebut kembali cerita saya—apa arti fashion dan kecantikan bagi saya—dalam kata-kata saya sendiri."
Tema Utama:
- Fashion sebagai Ekspresi Diri: Bagaimana pakaian mencerminkan nilai-nilai
- Kepercayaan Diri: Tidak bisa "dikenakan", tetapi bisa diperkuat dengan pakaian yang disengaja
- Representasi: Sebagai First Lady kulit hitam pertama
- Evolusi Gaya: Dari kampanye hingga hari ini
Kutipan Obama (Barack):
"And obviously I'm biased, THE LOOK"
📖 KESIMPULAN
Daftar bacaan Barack Obama 2025 mencerminkan keragaman minat intelektual dan komitmen terhadap pemahaman mendalam tentang dunia kontemporer:
✅ Fiksi Literatur yang mengeksplorasi identitas, trauma, dan hubungan manusia
✅ Non-Fiksi Investigasi yang mengungkap ketidakadilan sistemik
✅ Sejarah dan Biografi yang menerangi masa lalu untuk memahami masa kini
✅ Fiksi Spekulatif yang membayangkan masa depan di tengah krisis iklim
✅ Esai Kritis yang menantang cara kita melihat seni dan masyarakat
Seperti yang Obama sendiri katakan dalam pengumuman daftar bacaannya:
"Reading has always been an important part of my journey, which is why I couldn't be more excited that we'll have a new branch of the Chicago Public Library at the Obama Presidential Center when it opens next year. For now, I figured I'd share some of the books I've read recently, along with some notes about why I liked them—and why you might, too."
Catatan: Semua buku dalam daftar ini telah benar-benar dibaca oleh Barack Obama—bukan daftar yang disusun oleh staf. Ini adalah rekomendasi autentik dari salah satu pembaca paling vokal di dunia.
Sumber:
- Obama.org - "President Obama's Favorite Books of the Summer 2025"
- Medium - Barack Obama (@barackobama)
- Berbagai review dari New York Times, Washington Post, Guardian, Goodreads, dan publikasi lainnya

Komentar
Posting Komentar
Komentar tidak boleh mengandung Sara,kata-kata kotor,porno,dan bahasa yang tidak dikenal.Dan tidak boleh Spam