Bookshamming: Berhenti Menghakimi Pilihan Bacaan Orang Lain
Apakah kamu pernah merasa malu karena buku yang sedang kamu baca diejek orang lain? Itulah yang dinamakan bookshamming.
Apa Itu Bookshamming?
Bookshamming adalah tindakan mengomentari, merendahkan, atau menghina pilihan bacaan seseorang sehingga orang tersebut merasa tidak percaya diri, risih, dan malu dengan buku yang dibacanya [web:7][web:2]. Istilah ini mulai banyak dibahas di dunia perbukuan beberapa tahun terakhir, tidak hanya di Indonesia tetapi juga di luar negeri [web:7].
Sederhananya, bookshamming adalah perilaku mengejek pilihan buku bacaan seseorang karena genre atau jenis buku tertentu yang ia sukai [web:2]. Pelaku biasanya merasa bahwa bacaan orang lain tidak berbobot, kurang pantas, atau tidak seharusnya dibaca [web:3].
Ciri-Ciri dan Contoh Bookshamming
Bookshamming bisa terjadi secara sengaja maupun tidak disengaja. Berikut beberapa bentuk yang sering muncul:
-
>Mengkotak-kotakkan pembaca berdasarkan genre, usia, atau gender — misalnya menganggap komik hanya pantas dibaca anak-anak [web:2][web:7].
>Merendahkan bacaan orang lain dengan memberi label seperti "sok pintar" atau "kutu buku" kepada seseorang yang gemar membaca [web:2].
>Merasa bacaan sendiri paling keren, misalnya karena membaca sastra karya penulis ternama, lalu menutup diri terhadap genre lain dan merendahkan pembaca lain [web:2].
>Meremehkan genre tertentu, seperti menganggap buku teenlit-romance terlalu ringan, padahal genre ringan justru membantu meningkatkan daya baca dan mengobati reading slump [web:3].
>Membuat tingkatan atau kasta pembaca, misalnya menempatkan pembaca komik di kasta terendah dan pembaca buku sejarah di kasta tertinggi [web:3].
>Memaksa menyukai buku tertentu agar dianggap intelektual, meskipun sebenarnya tidak paham isinya [web:3].
>Mencela penulis tertentu yang tidak disukai, dan menghina orang yang membaca karya penulis tersebut [web:3].
Dampak Bookshamming
Bookshamming memberikan dampak negatif yang signifikan bagi pembaca yang menjadi korban. Orang yang dibully karena pilihan bacaannya dapat merasa minder, kehilangan percaya diri, dan enggan membagikan rekomendasi buku [web:2][web:3]. Pada akhirnya, hal ini dapat menurunkan keinginan membaca secara keseluruhan [web:3].
Lebih luas lagi, bookshamming membatasi kebebasan membaca dan menghambat upaya peningkatan literasi. Seperti yang diungkapkan oleh situs Tebuireng Online, bookshamming merupakan salah satu bentuk pelemahan terhadap literasi membaca kita [web:12]. Selain itu, perilaku ini juga tidak menghargai karya para penulis yang sudah bersusah payah menghasilkan tulisan [web:7].
Cara Menghindari dan Menghentikan Bookshamming
Cara menghentikan bookshamming cukup mudah dan dimulai dari diri sendiri. Berikut beberapa langkah yang bisa dilakukan [web:7]:
-
>Jangan merasa bacaanmu paling keren atau paling berbobot.
>Hargai apa yang orang lain baca, dan jadikan bahan diskusi yang sehat.
>Mau genrenya apa pun, semua buku adalah karya yang harus dihargai dan diapresiasi.
>Normalisasikan untuk berbicara jujur mengenai isi buku, dan tidak apa-apa jika tidak menyukai suatu buku [web:3].
>Jangan mencela seorang penulis, apalagi jika karyanya tidak membuat masalah [web:3].
Seperti kata Joseph Brodsky, "Ada kejahatan yang lebih kejam daripada membakar buku. Salah satunya adalah tidak membacanya." [web:7] Maka, mari kita ciptakan lingkungan membaca yang bebas dari penghakiman.
Referensi
-
>Mizanstore Blog. (2019, 28 Oktober). Bukan Hanya Body Shaming, Ternyata Ada Juga Istilah Book Shaming. https://blog.mizanstore.com/bukan-hanya-body-shaming-ternyata-ada-juga-istilah-book-shaming/
>Kompasiana. (2024, 8 Juni). "Book-Shaming": Racun Penghakiman Pencinta Buku. https://www.kompasiana.com/dina_amalia/666502b5ed641571664c3ba2/book-shaming-racun-penghakiman-pencinta-buku
>IDN Times. (2024, 18 September). 6 Contoh Book Shaming yang Tidak Sengaja Dilakukan, Hentikan! https://www.idntimes.com/life/inspiration/contoh-book-shaming-c1c2-01-l9dnt-z1lr9b
>Tebuireng Online. (2025, 23 Oktober). Book Shaming: Sebuah Upaya Pelemahan Terhadap Literasi Membaca Kita. https://tebuireng.online/book-shaming-sebuah-upaya-pelemahan-terhadap-literasi-membaca-kita/

Komentar
Posting Komentar
Komentar tidak boleh mengandung Sara,kata-kata kotor,porno,dan bahasa yang tidak dikenal.Dan tidak boleh Spam