Kabupaten Pandeglang tampaknya sedang menulis ulang identitasnya. Selama ini, daerah di ujung barat Pulau Jawa ini lebih dikenal lewat julukan "Kota Santri" yang lekat dengan tradisi pesantren, lalu bergeser menjadi "Kota Wisata" berkat pesona pantai selatan dan kawasan Taman Nasional Ujung Kulon. Namun, wacana baru mulai bergulir di kalangan pemerintah daerah dan DPRD: menjadikan Pandeglang sebagai "Kota Pelajar", sebuah narasi yang lahir dari rencana pembangunan gedung perpustakaan baru bernama Perpustakaan Aulia yang digadang-gadang akan menjadi ikon kebanggaan kota.
Dari Santri dan Wisata, Menuju Narasi Literasi
Perubahan moto suatu daerah biasanya tidak lahir dari ruang kosong, melainkan merespons arah pembangunan yang sedang digencarkan. Julukan "Kota Santri" mencerminkan sejarah panjang Pandeglang sebagai basis pendidikan agama, sementara "Kota Wisata" muncul seiring gencarnya promosi destinasi alam seperti Ujung Kulon, Tanjung Lesung, dan Carita.
Kini, dengan Pemerintah Kabupaten Pandeglang melalui Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (Dispursip/DPAD) yang serius menggarap konsep gedung perpustakaan modern, narasi "Kota Pelajar" mulai muncul sebagai identitas baru yang menekankan literasi dan sumber daya manusia sebagai fondasi pembangunan daerah ke depan .
Mengenal Perpustakaan Aulia, Calon Ikon Baru Pandeglang
Rencana pembangunan gedung perpustakaan ini sudah bergulir sejak pertengahan 2025, ketika Kepala Dispursip Pandeglang, Neneng Nuraeni, mengungkapkan bahwa pihaknya telah menyiapkan masterplan gedung perpustakaan daerah dengan konsep tiga lantai yang representatif . Menurutnya, penguatan budaya literasi masyarakat tidak cukup hanya lewat kegiatan membaca semata, tetapi juga harus didukung sarana dan prasarana yang memadai .
Memasuki 2026, proses ini bergerak lebih konkret. Ketua DPRD Kabupaten Pandeglang, Tb Agus Khatibul Umam, menyatakan dukungan penuh terhadap usulan DPAD Pandeglang kepada Perpustakaan Nasional (Perpusnas) untuk merealisasikan proyek bernama Perpustakaan Aulia ini . Usulan yang diajukan pada 2025 itu mendapat respons positif dari Perpusnas, yang meminta agar terlebih dahulu disusun Detail Engineering Design (DED) pada 2026, dengan harapan pembangunan fisik dapat dimulai pada 2027 .
Gedung Mewah dengan Anggaran APBN
Lokasi pembangunan Perpustakaan Aulia direncanakan menempati area yang saat ini menjadi Kantor Dinas Perpustakaan, dengan luas bangunan sekitar 700 meter persegi . Ketua Dewan Tb Agus Khatibul Umam menyebut bahwa berdasarkan DED yang telah disusun, desain bangunannya cukup megah dengan anggaran yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) .
Ia menambahkan harapannya agar perpustakaan baru ini benar-benar mewah dan dilengkapi koleksi buku yang lengkap, sehingga dapat menarik minat masyarakat untuk membaca sekaligus menjadi ikon baru di kawasan Kota Pandeglang . Bagi Ketua Dewan, keberadaan perpustakaan representatif bukan sekadar simbol estetika kota, melainkan fondasi penting bagi pengembangan sumber daya manusia (SDM) Pandeglang ke depan .
Literasi sebagai Strategi Pembangunan Daerah
Kepala DPAD Pandeglang, Neneng Nuraeni, memandang proyek ini sebagai momentum memperkuat kolaborasi antara legislatif dan eksekutif dalam mendorong budaya literasi yang inklusif di tengah masyarakat . Harapannya, keberadaan gedung perpustakaan yang lebih layak dan modern dapat ikut mendongkrak Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM) Kabupaten Pandeglang, yang selama ini masih menjadi salah satu indikator penting kualitas pendidikan daerah .
Langkah ini juga selaras dengan berbagai inisiatif pendidikan lain yang sedang berjalan di Pandeglang, termasuk pembangunan Sekolah Rakyat di Kecamatan Cadasari yang ditargetkan mulai beroperasi pada 2026 untuk memperluas akses pendidikan bagi anak-anak kurang mampu . Kombinasi proyek-proyek ini memperkuat argumen bahwa Pandeglang memang sedang bergerak ke arah identitas baru sebagai kabupaten yang mengutamakan pendidikan dan literasi.
Menuju 2027: Realisasi yang Masih Dinanti
Meski antusiasme dari legislatif dan eksekutif cukup tinggi, penting dicatat bahwa hingga pertengahan 2026, proyek Perpustakaan Aulia masih berada pada tahap penyusunan DED, bukan pembangunan fisik . Realisasi konstruksi baru diharapkan dimulai pada 2027, sehingga julukan "Kota Pelajar" saat ini lebih tepat dipahami sebagai narasi aspiratif yang menyertai proses pembangunan, ketimbang moto resmi yang telah ditetapkan secara formal melalui produk hukum daerah.
Namun demikian, arah kebijakan yang konsisten menempatkan literasi dan pendidikan sebagai prioritas—mulai dari perpustakaan mewah hingga sekolah rakyat—menunjukkan bahwa transisi identitas dari "Kota Wisata" menuju "Kota Pelajar" bukan sekadar wacana kosong, melainkan bagian dari visi pembangunan jangka menengah Pandeglang yang tertuang dalam dokumen perencanaan daerah.
Sumber:
[1] Radar Banten, "Pemkab Pandeglang Siapkan Konsep Pembangunan Gedung Perpustakaan Tiga Lantai", 19 Juni 2025 — https://www.radarbanten.co.id/2025/06/20/pemkab-pandeglang-siapkan-konsep-pembangunan-gedung-perpustakaan-tiga-lantai/
[2] Tangsel Pos, "Ketua Dewan Dukung Pembangunan Perpustakaan Aulia Pandeglang", 2 Juli 2026 — https://tangselpos.id/detail/50997/ketua-dewan-dukung-pembangunan-perpustakaan-aulia-pandeglang
[3] Garuda TV, "Pandeglang Public School Ready to Enroll", 10 Juni 2026 — https://www.youtube.com/watch?v=jZCqYU7gwCQ
[4] Bappeda Kabupaten Pandeglang, RPJMD Pandeglang 2025-2029 — https://bappeda.pandeglangkab.go.id/

Komentar
Posting Komentar
Komentar tidak boleh mengandung Sara,kata-kata kotor,porno,dan bahasa yang tidak dikenal.Dan tidak boleh Spam