PLTS Bojong Terangi Desa: Dari Keterbatasan Listrik Menuju Desa Mandiri Energi di Rongga
Senja di Desa Bojong, Kecamatan Rongga, Kabupaten Bandung Barat kini berbeda. Jika dulu selepas maghrib banyak sudut desa yang gelap dan aktivitas warga terhenti, kini lampu-lampu teras menyala stabil, anak-anak belajar di balai dengan penerangan terang, dan warung kopi masih buka hingga malam. Semua berkat hadirnya Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Bojong.
1. Mengapa Bojong Membutuhkan PLTS?
Desa Bojong terletak di ujung barat Kabupaten Bandung Barat, kontur berbukit dan jauh dari jaringan utama. Listrik PLN memang sudah masuk, namun belum stabil dan belum menjangkau seluruh dusun, terutama area persawahan dan fasilitas umum di lereng bukit. Program “PLTS Terangi Desa” hadir untuk menjawab itu – program yang bertujuan memperluas akses listrik di pedesaan melalui pengembangan PLTS di berbagai fasilitas umum desa, seperti balai desa, puskesmas, dan sekolah.
Di banyak daerah lain, seperti di Kalimantan Tengah dari total 1.571 desa masih ada 258 desa belum terhubung listrik dan solusi sementaranya adalah PLTS. Bojong menjadi contoh sukses kolaborasi BUMN dan desa.
2. Spesifikasi PLTS Bojong: Kecil Secara Ukuran, Besar Dampaknya
| Komponen | Detail |
|---|---|
| Lokasi | Desa Bojong, Kecamatan Rongga, Kab. Bandung Barat |
| Donatur / Program | CSR BRI Peduli - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk |
| Kapasitas PLTS | 17,4 kWp (kilowatt peak) |
| Penyimpanan Energi | BESS 43,2 kWh – bisa simpan listrik untuk malam hari |
| Pemanfaatan | Penerangan lingkungan warga, penerangan fasilitas umum, balai desa, mushola |
| Manfaat Lanjutan | Dorong UMKM, irigasi, cold storage, dan literasi digital |
Kapasitas 17,4 kWp artinya dalam kondisi ideal mampu menghasilkan sekitar 65-70 kWh per hari – cukup untuk menerangi 40-50 rumah dengan lampu LED, 10 titik PJU kampung, dan operasional balai desa seharian. BESS 43,2 kWh menjadi kunci, karena menyimpan energi siang untuk dipakai malam, sehingga warga tidak lagi tergantung diesel genset yang mahal dan berisik.
3. Terangi Desa, Perkuat Ekonomi
BRI Peduli menegaskan bahwa bantuan ini bukan sekadar CSR, tapi investasi keberlanjutan. Kehadiran PLTS diharapkan dapat memperluas akses energi bersih sekaligus meningkatkan kualitas hidup dan produktivitas masyarakat.
Dampak langsung yang sudah dirasakan:
- Penerangan Lingkungan: Jalan dusun yang dulu gelap kini terang dengan PJU tenaga surya, menurunkan risiko kecelakaan dan meningkatkan rasa aman, mirip program Kampung Terang di Bojong Jaya yang kelola 391 titik PJU.
- Fasilitas Umum Hidup 24 Jam: Balai desa dan posyandu bisa buka sore, anak-anak bisa belajar malam tanpa takut mati lampu.
- UMKM Melek Listrik: Ibu-ibu pengrajin opak dan gula aren bisa produksi hingga malam, warung bisa pakai freezer kecil tanpa takut tagihan membengkak.
- Pertanian Cerdas: Seperti di desa lain, PLTS mampu menggerakkan pompa irigasi pertanian, cold storage hasil panen, serta penerangan fasilitas umum, kombinasi energi surya dan koneksi internet satelit membuka peluang ekonomi baru.
4. Model Pengelolaan: Dari Bantuan Menjadi Aset Desa
Belajar dari pengalaman 3 desa terjauh yang menerima hibah PLTS senilai Rp26 miliar dan dikelola BUMDes, PLTS Bojong juga disiapkan untuk dikelola secara mandiri oleh BUMDes Bojong Berkah. Mekanismenya:
- BRI Peduli membangun dan melakukan commissioning.
- Pelatihan teknisi lokal 3 orang pemuda desa untuk perawatan panel dan monitoring BESS via aplikasi.
- Iuran perawatan ringan Rp5.000/bulan/KK untuk cleaning panel dan penggantian komponen minor.
- Keuntungan dari penyewaan listrik untuk event desa masuk kas BUMDes.
Model ini memastikan PLTS tidak mangkrak setelah seremonial. Seperti di Tenjolayar, pemilihan lokasi pembangunan PLTS dilakukan dengan cermat, mempertimbangkan potensi energi surya yang tinggi, sehingga dapat mengoptimalkan kinerja PLTS – dan Bojong dipilih karena area persawahan utara yang luas dan iradiasi tinggi.
5. Menuju Net Zero dan Desa Mandiri Energi 2030
PLTS Bojong adalah bagian kecil dari gerakan besar. Pemerintah Indonesia bersama PLN dan swasta telah meresmikan 47 PLTS di desa-desa 3T untuk pemerataan akses listrik dan mendukung target Net Zero Emissions 2060. Setiap 1 kWp PLTS mengurangi sekitar 1,2 ton CO2 per tahun – artinya PLTS Bojong berkontribusi mengurangi ~20 ton CO2 tiap tahun.
Ke depan, Kepala Desa Bojong menargetkan penambahan 10 kWp lagi dan 100 lampu tenaga surya untuk jalan tani, serta integrasi dengan program ITB untuk pompa air tenaga surya agar distribusi air bisa 24 jam seperti di Desa Kabetan.
Kesimpulan: Cahaya Kecil yang Mengubah Segalanya
PLTS Bojong Terangi Desa membuktikan bahwa transisi energi bukan hanya urusan kota besar dan pembangkit raksasa. Dari sebuah bukit di Rongga, 17,4 kWp panel surya dan baterai 43,2 kWh mampu mengubah ritme hidup sebuah desa: anak lebih lama belajar, ibu lebih lama berkarya, dan desa punya aset energi milik sendiri.
Ini bukan sekadar tentang listrik. Ini tentang harapan yang dinyalakan – satu panel surya pada satu waktu.

Komentar
Posting Komentar
Komentar tidak boleh mengandung Sara,kata-kata kotor,porno,dan bahasa yang tidak dikenal.Dan tidak boleh Spam